Friday, April 30, 2010

Rupanya Ruang Makan yang Banyak Bukaan  Itu Lebih Nyaman

Rupanya Ruang Makan yang Banyak Bukaan Itu Lebih Nyaman

Buat ruang makan yang nyaman, yuk! Salah satu caranya dengan membuat ruang makan yang penuh bukaan. Kaya apa, sih?

Ruang makan menjadi salah satu alternatif area bercengkrama antaranggota keluarga. Untuk membuat suasana yang cocok, buat ruang yang dapat diterima seluruh anggota keluarga. Caranya sederhana saja.

Tapak ruang boleh sejajar dengan ruang lain, boleh pula berbeda ketinggian. Tapak yang berbeda ketinggian atau berkontur justru dapat memberikan keuntungan desain. Dengan mengandalkan permainan level serta treatment lantai, fungsi ruang makan dapat terbentuk dengan sendirinya. Jadi, cukup tempatkan set meja-kursi makan, untuk menciptakan fungsi ruang. Cara ini pas sekali diaplikasikan di rumah-rumah dengan lahan terbatas.

Supaya ruang makan berkesan luas, tampilkan view ruang luar. Nah, di ruang makan, di foto ini, view yang disajikan adalah ruang luar dengan aneka tanaman hias. Beberapa jendela dengan ukuran setinggi ruangan memberikan penghawaan yang baik, juga meneruskan cahaya alami secara tidak langsung. Ruang pun menjadi segar dan terang, walau sinar matahari dipantulkan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam.

Di samping itu, antara ruang makan dengan ruang di sampingnya pun sengaja tidak diberi batas masif. Perbedaan tinggi level dan tatanan furnitur sudah cukup untuk "membatasi" fungsi masing-masing ruang tersebut.

Dengan konsep terbuka, ruang makan jadi lebih “berenergi” tapi santai. Sinar matahari, udara segar, dan ruangan yang lebih terbuka memberikan kesan liar, tapi tetap terbatasi.

by: Yuri Eldhiyanti

9Foto: iDEA/ Richard Salampessy


Saturday, April 24, 2010

Desain Kamar Tidur Anak Motif

Kamar ini dibuat sesuai dengan kesukaan pemiliknya, kamar ini dibuat bertema ala putri dengan warna bernuansa pink.

Kamar seluas 4,35m x 2,5m diisi dengan furnitur-furnitur bergaya klasik, seperti di istana putri. Meja nakas dan lemari berornamen lengkung plus tempat tidur dengan headboard bertiang. Tambah manis dengan tambahan kanopi dan kelambu. Semakin terasa seperti kamar tidur putri, kan?

Kamar juga tampil istimewa dengan plafon bergambar. Plafon kamar ini dihias dengan wallpaper bergambar. Sesuai dengan tema keseluruhan kamar, wallpaper ini pun bertema putri. Ada gambar istana dan peri-peri di sana. Kalau diperhatikan, furnitur di kamar ini berukuran cukup besar, seperti pada kamar remaja. Padahal pemilik kamar ini masih berusia 3,5 tahun. Penempatan furnitur-furnitur berukuran besar ini disengaja oleh orang tuanya. Supaya kamar ini bisa "panjang umur". Jadi tak perlu sering-sering ganti furnitur, paling tidak sampai si putri cilik pemilik kamar ini beranjak remaja.
by: Anissa Q. Aini
Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang

Wednesday, April 21, 2010

Ruang Makan Mungil: Biar Kecil Tetap Gaya

oleh: M. Indra Sukma

Ruang Makan Mungil: Biar Kecil Tetap Gaya

Ruang makan ini terletak di belakang ruang tamu. Suasananya nyaman, sosoknya atraktif. Walaupun tidak terlalu besar, ruangan ini ditata penuh gaya.

Ruang makan berukuran 6,4 meter persegi ini terletak di belakang ruang tamu, dipisahkan oleh sebuah sekat. Muka sekat yang menghadap ruang makan dilapisi cermin. Salah satu hal yang membuat ruang makan ini tampil gaya adalah tersedia banyak area untuk memajang pajangan.


Rak di sisi sekat, niche di dinding, hingga meja konsol. Rupanya, ruang makan ini seringkali digunakan untuk menjamu tamu juga. Itu sebabnya sang pemilik, Daniel Teng, ingin membuat ruang makannya tidak sekadar area untuk bersantap. Tapi harus dibuat nyaman dan cantik.

Kalau diperhatikan, di ruangan ini antara meja makan dan meja konsol tidak ada jarak. Hal ini memang disengaja, tujuannya untuk menciptakan ruang sirkulasi yang lega untuk lalu lalang orang. Ruang sirkulasi yang memadai merupakan salah satu faktor terciptanya kenyamanan pada suatu ruangan.

Coba kita lihat, ada apa lagi yang membuat ruang makan ini tampil menarik? Oh iya, lampu gantung (pendant lamp). Lampu dengan kap silinder berdiamter 15cm ini terbuat dari akrilik. Warna oranye -- senada dengan kap lampu hias di atas meja konsol -- memberikan sentuhan hangat. Selain itu sentuhan oranye juga dipercaya bisa membangkitkan selera makan.

Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang

Lokasi: Rumah Daniel Teng, Tangerang

Jendela Kamar untuk Mengintip Jalan Depan Rumah

oleh: Anissa Q. Aini

Jendela Kamar untuk Mengintip Jalan Depan Rumah

Demi alasan keamanan dan privasi, mulai jarang orang menempatkan jendela besar pada sisi depan rumah, apalagi menghadap ke jalan utama perumahan. Pada kamar tidur berikut, isunya berbeda.

Posisi kamar tidur di foto ini berada di lantai dua. Posisinya tepat menghadap ke jalan depan rumah. Bayangkan kalu harus ada jendela besar, pastinya tidak nyaman. Kamar tidur yang seharusnya menjadi area paling pribadi, malah terlihat jelas oleh orang yang lewat.

Tapi, tidak menempatkan jendela sama sekali juga tidak mungkin. Bagaimanapun akan terasa lebih aman, kalau kita sebagai pemilik rumah tetap bisa memantau keadaan di luar, meski sedang berada di dalam kamar. Jadi, bagaimana solusinya?

Sukendro S. P. dan Jeffry Sandy, duo arsitek yang mengerjakan rumah ini, akhirnya membuat desain jendela rendah, di sepanjang dinding bagian bawah. Di atas jendela sepanjang 3m ini dibuat meja. Meja ini bisa dimanfaatkan untuk tempat televisi, buku, pajangan, dan sebagainya. Karena rendah, dan posisinya yang di dekat lantai, tidak memungkinkan bagi orang luar melihat jelas ke dalam kamar tidur. Sebaliknya, dari tempat tidur, kita bisa melihat ke arah jalan.

Demi alasan keamanan, jendela dibuat "mati" alias tidak bisa dibuka tutup. Meski demikian, jendela tetap bisa memasukkan sinar matahari ke dalam ruangan. Desain yang sederhana tapi optimal fungsinya. Jadi, buat Anda yang masih bingung dengan posisi kamar tidur yang berhadapan dengan jalan, sudah dapat solusinya, kan?

Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang

Lokasi: Rumah Harry Dipa dan Della, Pondok Indah, Jakarta Selatan

Menikmati Pemandangan Kota dari Ruang Makan

oleh: Anissa Q. Aini

Menikmati Pemandangan Kota dari Ruang Makan

Bersantap ditemani pemandangan kota, siapa tak suka? Ini tidak hanya bisa dinikmati di resto di gedung bertingkat, tapi juga dari ruang makan di sebuah unit apartemen.

Pernah membayangkan makan malam romantis, dengan pemandangan lampu kota di malam hari? Kalau kebetulan Anda tinggal di apartemen, makan malam seperti ini bisa diwujudkan. Caranya sederhana sekali. Tinggal tempatkan ruang makan di area yang berdekatan dengan balkon. Seperti yang bisa dilihat di foto ini.

Ruang makan berukuran 3m x 2,5m ini bersebelahan dengan balkon. Dinding kaca dijadikan pembatas. Dari dinding kaca inilah pemandangan dramatis lampu kota tersaji. Tak cuma malam hari, pemandangan kota di siang hari pun tak kalah menarik. Kalau tak di apartemen, mana mungkin menikmati pemandangan aneka gedung pencakar langit, dari dalam rumah?

Lebih seru lagi kalau kebetulan balkon menghadap barat. Pemandangan tenggelamnya matahari, jadi elemen dekoratif yang tak ternilai harganya. Dengan demikian, sah saja kalau Anda mau menjadikannya sebagai focal point.

Supaya tidak ada "saingan", buat penataan interior yang simpel. Di foto ini, ruang makan hanya berisi set meja dan kursi makan. Tak terlalu banyak pernak-pernik aksesori ditempatkan di sana. Cuma ada sebuah lukisan, pandan bali di pot, dan dua buah lampu gantung.

Anda tinggal di apartemen dengan balkon dan dinding kaca? Kebetulan sekali! Buat ruang makan berpemandangan kota, yuk!

Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang

Lokasi: Apartemen di Taman Rasuna, Jakarta